Gara-gara Despacito Digilir Teman Setongkrongan... -

Mereka berdua tertawa. Lalu bernyanyi bersama, fals, tanpa peduli. Lain kali kalau temanmu memotong lagu favoritmu, tarik napas dulu. Ingat, masih ada kopi yang dingin dan es teh yang manis. Jangan rusak malam hanya karena sebuah lagu. Tapi kalau dia putar Despacito tiga kali berturut-turut... mungkin saatnya cari tongkrongan baru.

"Itu lagu udah basi," kata Si E dengan mata sayu, seperti baru kehilangan kucing peliharaannya.

Namun sistem ini rapuh. Sangat rapuh. Sebab tidak ada dua orang yang memiliki selera musik yang sama persis dalam satu geng. Gara-gara Despacito Digilir Teman Setongkrongan...

"Itu tuh lagu gue!" protes Si A, setengah bercanda, setengah mati-matian mempertahankan martabat seleranya.

"Enggak. Ini prinsip," kata Si A, tangannya sudah di atas motor. "Gara-gara Despacito digilir seenaknya, gue jadi sadar: kita tidak punya kode etik yang jelas soal rotate lagu." Mereka berdua tertawa

Si B, yang masih merasa benar karena prinsip "ini giliran gue", memutar lagu kedua: Despacito (Remix) featuring Justin Bieber.

Si C suka metal pagi, si D suka dangdut koplo malam. Si E hanya mau lo-fi hip hop karena katanya buat "nahan galau". Dan ketika satu lagu diputus di tengah jalan—apalagi lagu fenomenal seperti Despacito yang durasinya panjang dan beatnya susah diputus—maka kekacauan total tak terelakkan. Ingat, masih ada kopi yang dingin dan es teh yang manis

Si C mencoba menjadi penengah. "Sudah, sudah. Kita putar Kisah Kasih di Sekolah saja. Netral."