Blog | Investors
MPS Limited, MPS Technologies, Publishing Solution, Content Creation, Content Development
  • Learning Solutions
    • eLearning Solutions
    • Experience Center Design
    • Experiential Learning Design
    • Consulting Services
    • Learning Platforms
    • A
  • Platforms
    • Content Workflow and Production
    • DigiCore
    • MPSTrak
    • Content Management, Hosting, and Delivery
    • mag+
    • THINK365
    • ScholarStor
    • Usage Analytics
    • ScholarlyStats
    • MPSInsight
    • Custom Development and Support
    • A
  • Content Solutions
    • Publishing Solutions
    • Content Authoring and Development
    • Digital Transformation
    • Accessibility Solutions
    • Marketing and Customer Support
    • A
  • About Us
    • MPS Turns 50
    • Overview
    • Board of Directors
    • Corporate Social Responsibility
    • Press Releases
    • Locations
    • A
  • Why MPS
    • Testimonials
    • Success Stories
    • Certifications
    • A

Film "Akibat Guna-Guna Istri Muda" menceritakan tentang seorang suami yang bernama Tono (diperankan oleh Rano Karno) yang memiliki istri muda yang bernama Siti (diperankan oleh Lydia Kandou). Tono memiliki sifat yang baik dan selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, Siti memiliki sifat yang berbeda, yaitu sangat egois dan hanya memikirkan dirinya sendiri.

Pada era 1980-an, film Indonesia mulai menunjukkan peningkatan dalam hal kualitas produksi dan popularitas. Banyak film yang diproduksi pada saat itu yang masih sangat populer hingga kini, seperti "Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI" (1984) dan "Pembalasan Dendam Si Gendut" (1986). Film-film tersebut menjadi bukti bahwa perfilman Indonesia mulai berkembang dan dapat bersaing dengan film-film luar negeri.

Tema utama dari film "Akibat Guna-Guna Istri Muda" adalah tentang pentingnya memiliki sifat yang baik dan bertanggung jawab dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Film ini juga menyampaikan pesan bahwa memiliki sifat yang egois dan tidak bertanggung jawab dapat menyebabkan kehancuran dalam rumah tangga.

Indonesia memiliki sejarah perfilman yang panjang dan kaya, dengan banyak film yang dihasilkan sejak era 1950-an hingga saat ini. Salah satu film yang masih dikenang hingga kini adalah "Akibat Guna-Guna Istri Muda" yang dirilis pada tahun 1988. Film ini merupakan salah satu contoh perfilman Indonesia pada era 1980-an yang masih sangat populer di kalangan masyarakat.

Ketika Tono dan Siti menikah, Tono berharap bahwa Siti dapat menjadi istri yang baik dan dapat membantu dirinya dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Namun, harapan Tono tidak terwujud karena Siti ternyata memiliki sifat yang sangat berbeda. Siti lebih suka menghabiskan uang Tono untuk membeli barang-barang yang tidak perlu dan tidak pernah mau membantu Tono dalam pekerjaan rumah tangga.

Film "Akibat Guna-Guna Istri Muda" memiliki pengaruh yang besar pada masyarakat Indonesia pada era 1980-an. Film ini menjadi salah satu contoh film yang dapat menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai yang baik kepada masyarakat. Film ini juga menjadi bukti bahwa perfilman Indonesia dapat menghasilkan film-film yang berkualitas dan dapat bersaing dengan film-film luar negeri.

Platforms
  • Okjatt Com Movie Punjabi
  • Letspostit 24 07 25 Shrooms Q Mobile Car Wash X...
  • Www Filmyhit Com Punjabi Movies
  • Video Bokep Ukhty Bocil Masih Sekolah Colmek Pakai Botol
  • Xprimehubblog Hot
Content Solutions
  • Publishing Solutions
  • Content Authoring and Development
  • Digital Transformation
  • Accessibility Solutions
  • Marketing and Customer Support
About Us
  • Overview
  • Board of Directors
  • Corporate Social Responsibility
  • Press Releases
  • Locations
Why MPS
  • Testimonials
  • Success Stories
  • Certifications
Others
  • Blog
  • Investors
  • SMART ODR

© 2025, MPS Limited - All rights reserved
Privacy Notice

This website uses cookies to enhance your digital experience. For additional details please visit Privacy Notice and Cookie Policy

-preview- Akibat Guna-guna Istri Muda 1988 - Film Bioskop Indonesia Jaman Dulu Target - May 2026

Film "Akibat Guna-Guna Istri Muda" menceritakan tentang seorang suami yang bernama Tono (diperankan oleh Rano Karno) yang memiliki istri muda yang bernama Siti (diperankan oleh Lydia Kandou). Tono memiliki sifat yang baik dan selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, Siti memiliki sifat yang berbeda, yaitu sangat egois dan hanya memikirkan dirinya sendiri.

Pada era 1980-an, film Indonesia mulai menunjukkan peningkatan dalam hal kualitas produksi dan popularitas. Banyak film yang diproduksi pada saat itu yang masih sangat populer hingga kini, seperti "Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI" (1984) dan "Pembalasan Dendam Si Gendut" (1986). Film-film tersebut menjadi bukti bahwa perfilman Indonesia mulai berkembang dan dapat bersaing dengan film-film luar negeri. Tema utama dari film "Akibat Guna-Guna Istri Muda"

Tema utama dari film "Akibat Guna-Guna Istri Muda" adalah tentang pentingnya memiliki sifat yang baik dan bertanggung jawab dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Film ini juga menyampaikan pesan bahwa memiliki sifat yang egois dan tidak bertanggung jawab dapat menyebabkan kehancuran dalam rumah tangga. Pada era 1980-an

Indonesia memiliki sejarah perfilman yang panjang dan kaya, dengan banyak film yang dihasilkan sejak era 1950-an hingga saat ini. Salah satu film yang masih dikenang hingga kini adalah "Akibat Guna-Guna Istri Muda" yang dirilis pada tahun 1988. Film ini merupakan salah satu contoh perfilman Indonesia pada era 1980-an yang masih sangat populer di kalangan masyarakat. Siti memiliki sifat yang berbeda

Ketika Tono dan Siti menikah, Tono berharap bahwa Siti dapat menjadi istri yang baik dan dapat membantu dirinya dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Namun, harapan Tono tidak terwujud karena Siti ternyata memiliki sifat yang sangat berbeda. Siti lebih suka menghabiskan uang Tono untuk membeli barang-barang yang tidak perlu dan tidak pernah mau membantu Tono dalam pekerjaan rumah tangga.

Film "Akibat Guna-Guna Istri Muda" memiliki pengaruh yang besar pada masyarakat Indonesia pada era 1980-an. Film ini menjadi salah satu contoh film yang dapat menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai yang baik kepada masyarakat. Film ini juga menjadi bukti bahwa perfilman Indonesia dapat menghasilkan film-film yang berkualitas dan dapat bersaing dengan film-film luar negeri.

Request Demo Contact Us